Materi Pemasaran

MATERI PELAJARAN
PEMASARAN
READY to UN

Jenis-jenis industri
1. Jenis industri Berdasarkan bahan baku:
  1. Industry ektraktif, industry yang bahan baku nya diperoleh langsung dari alam.
  2. Industry nonektraktif, yaitu industry yang mengolah lebih lanjut, hasil-hasil industry lain.
  3. Indutri fasilitatif, industry yang menjual jasa atau layanan.
  4. Berdasarkan produksi yang dihasilkan:
  5. Industry primer, yaitu indutri yang menghasilkan baranag atau benda yang tidak perlu pengolahan lebih lanjut.
2.   Industry sekunder, yaitu industri yang menghasilkan barang atau benda yang membutuhkan pengolahan lebih lanjut sebelum dinikmati atau digunakan.
3.   Industry tersier, indutri yang menghasilkan jasa atau layanan yang dapar memenuhi kebutuhan masyrakat.
Faktor yang Mempengaruhi Proses Komunikasi
Ada lima faktor yang mempengaruhi proses komunikasi menurut William G. Scott (Suprapto, 2006:7), yakni:
1.   The Act (Perbuatan)
Perbuatan komunikasi menginginkan pemakaian lambang-lambang yang dapat dimengerti secara baik dan hubungan-hubungan yang dilakukan oleh manusia. Pada umumnya lambang-lambang tersebut dinyatakan dengan bahasa atau dalam keadaan tertentu tanda-tanda lain dapat pula dipergunakan.
2.   The Scene (Adegan)
Adegan sebagai salah satu faktor dalam komunikasi ini menekankan hubungannya dengan lingkungan komunikasi. Adegan ini menjelaskan apa yang dilakukan, simbol apa yang digunakan, dan arti dari apa yang dikatakan. Dengan kata lain, dengan menggunakan simbol apa sesuatu itu dapat dikomunikasikan.
3.   The Agent (Pelaku)
Individu-individu yang mengambil bagian dalam hubungan komunikasi disebut pelaku komunikasi. Pengirim (komunikator) dan penerima (komunikan) yang terlibat di dalamnya adalah contoh pelaku komunikasi tersebut. Dan peranannya seringkali saling menggantikan dalam situasi komunikasi yang berkembang.
4.   The Agency (Perantara)
Alat-alat yang dipergunakan dalam komunikasi dapat membangun terwujudnya perantara itu (the agency). Alat-alat itu selain dapat berwujud komunikasi lisan, tatap muka, dapat juga alat komunikasi tertulis, seperti surat perintah, memo, buletin, nota, surat tugas dan jenis lainnya.
  1. The Purpose (Tujuan)
Menurut Grace dalam Thoha (Suprapto, 2006:8) ada empat macam tujuan Komunikasi:
- Tujuan Fungsional (The Functional Goals), ialah tujuan yang secara pokok bermanfaat untuk mencapai tujuan-tujuan organisasi atau lembaga.
- Tujuan Manipulasi (The Manipulative Goals), tujuan ini dimaksudkan untuk menggerakkan orang-orang yang mau menerima ide-ide yang disampaikan baik sesuai atau tidak sesuai dengan nilai dan sikapnya sendiri.
- Tujuan Keindahan (The Aesthetics Goals), tujuan ini bermaksud untuk menciptakan tujuan-tujuan yang bersifat kreatif. Komunikasi ini dipergunakan untuk memungkinkan seseorang mampu mengungkapkan perasaan tadi dalam kenyataan.
- Tujuan Keyakinan (The Confidence Goals), tujuan ini bermaksud untuk meyakinkan atau mengembangkan keyakinan orang-orang pada lingkungan.
Cara yang dapat digunakan untuk menentukan ide pokok :
a.      Brainstorming
Brainstorming adalah suatu cara menentukan ide pokok dengan membiarkan pikiran secara leluasa untuk mencari berbagai kemungkinan ide pokok, mempertimbangkan tujuan, audience, dan fakta yang ada. Beberapa teknik brainstorming yang dapat digunakan:
  1.       Storyteller’s Tour
Hidupkan tape recorder, dan telaah pesan – pesan yang disampaikan. Fokuskan pada alasan berkomunikasi, poin utama nada, rasionalitas, dan imlikasi bagi penerima. Dengarkan dengan teliti, dan berlatihlah, sehingga ide pokok dari pesan dapat ditemukan dengan mudah.
  1.      Random List
Tulis segala sesuatu yang ada dalam pikiran di atas kertas kosong. Selanjutnya, pelajari hubungan antara ide – ide tersebut. Bagilah mereka ke dalam kelompok – kelompok, dan temukan poin yang penting dan yang tidak penting.
  1.      Conclusions, Findings, Recommendations (CPR) Worksheet
Jika subjek yang dibahas mencakup pemecahan maslah, gunakanlah suatu worksheet yang akan membantu menjelaskan hubungan antara temuan (findings), kesimpulan (conclusions) dan rekomendasi (recommendation) yang akan diberikan.
  1.      Journalistic Approach
Pendekatan jurnalistik memberikan poin yang baik sebagai langkah awal menentukan ide pokok. Jawaban terhadap siapa, apa, kapan, di mana, dan bagaimana uang biasanya diajukan dalam pendekatan jurnalistik, akan dapat menjelaskan ide pokok presentasi.
  1.       Question and Answer Chain
Pendekatan yang paling baik adalah melihat dari sisi perspektif audience
b.   Petunjuk atasan
Penentuan ide pokok dapat dilakukan dengan meminta petunjuk dari atasan. Ini banyak terjadi pada perusahaan dengan sistem senioritas dan desentralisasi. Namun cara ini dapat menyita waktu manajer hanya untuk pekerjaan yang sebenarnya dapat didesentralisasikan.
c.  Kebiasaan
Cara yang ketiga dalam menentukan ide pokok adalah berdasar kebiasaan. Apabila perusahaan menghadapi situasi yang sama atau relatif sama, maka akan digunakan suatu ide pokok tertentu. Cara ini mempunyai keterbatasan, yaitu hanya untuk yang situasinya sama atau relatif sama saja.
Keamanan Kerja
Adal unsur-unsur penunjang yang mendukung terciptanya suasana kerja yang aman.
Unsur penunjang yg bersifat material
  1. Baju kerja
  2. Helm
  3. Kaca mata
  4. Sarung tangan
  5. Sepatu
Unsur penunjang yg bersifat nonmaterial
  1. Buku petunjuk penggunaan alat.
  2. Rambu-rambu dan isyarat bahaya.
  3. Petugas keamanan.
  4. Himbauan-himbauan.
Pengertian bisnis 
Pengertian bisnis menurut Allan Afuah (2004) Bisnis adalah suatu organisasi yang menjaual barang atau jasa kepada konsumen dengan tujuan untuk mendapatkan laba. Kata bisnis berasal dari bahasa inggris yaitu busines. Dari kata dasar busy yang berarti “sibuk” sibuk dalam artian mengerjakan aktivitas dan pekerjaan yang mendatangkan keuntungan.

Tanggung jawab perusahaan  terhadap konsumen
tanggung jawab perusahaan  terhadap konsumen,yaitu :
• Memberikan garansi ketika ada kerusakan sebelum masa garansi habis;
• Menyediakan barang dan jasa yang berkualitas;
• Memberikan informasi yang benar mengenai barang dan jasa yang akan dijual;
• Memberikan harga produk dan jasa yang adil dan wajar.
Ergonomi
Ergonomi berasal dari bahasa yunani, yaitu ergon (kerja) dan nomos (peraturan/hukum).  Pengertiannya secara umum adalah peraturan/hokum kerja yang mengatur tenagakerja, sarana kerja, dan pekerjaannya.
Ergometri
Ergometri adalah ilmu untuk mengukur kemampuan kerja atau pemakaian tenagakerja sendiri oleh pekerja untuk pekerjaannya dan daya kerja fisik maksimum daritenaga kerja. Ketika bekerja, tenaga kimia dalam tubuh diubah menjadi tenaga kerja mekanik dan panas dengan bantuan oksigen sebagai bahan bakar.
UU PERLINDUNGAN KONSUMEN No. 8 Tahun 1999
BAB 4
PERBUATAN YANG DILARANG BAGI PELAKU USAHA
Pasal 8
(1) Pelaku usaha dilarang memproduksi dan/atau memperdagangkan barang dan/atau jasa yang
a. tidak memenuhi atau tidak sesuai dengan standar yang dipersyaratkan dan ketentuan peraturan perundang-undangan
b. tidak sesuai dengan berat bersih, isi bersih atau netto,dan jumlah dalam hitungan sebagaimana yang dinyatakan dalam label atau etiket barang tersebut
c. tidak sesuai dengan ukuran, takaran, timbangan dan jumlah dalam hitungan menurut ukuran yang sebenarnya
d. tidak sesuai dengan kondisi, jaminan, keistimewaan atau kemanjuran sebagaimana dinyatakan dalam label, etiket atau keterangan barang dan/atau jasa tersebut
e. tidak sesuai dengan mutu, tingkatan, komposisi, proses pengolahan, gaya, mode, atau penggunaan tertentu sebagaimana dinyatakan dalam label atau keterangan barang dan/atau jasa tersebut
f. tidak sesuai dengan janji yang dinyatakan dalam label, etiket, keterangan, iklan atau promosi penjualan barang dan/atau jasa tersebut
g. tidak mencantumkan tanggal kadaluwarsa atau jangka waktu penggunaan/pemanfaatan yang paling baik atas barang tertentu
h. tidak mengikuti ketentuan berproduksi secara halal, sebagaimana pernyataan “halal” yang dicantumkan dalam label
i. tidak memasang label atau membuat penjelasan barang yang memuat nama barang, ukuran, berat/isi bersih atau netto, komposisi, aturan pakai, tanggal pembuatan, akibat sampingan, nama dan alamat pelaku usaha serta keterangan lain untuk penggunaan yang menurut ketentuan harus dipasang/dibuat
j. tidak mencantumkan informasi dan/atau petunjuk penggunaan barang dalam bahasa Indonesia sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku
(2) Pelaku usaha dilarang memperdagangkan barang yang rusak, cacat atau bekas, dan tercemar tanpa memberikan informasi secara lengkap dan benar atas barang dimaksud
(3) Pelaku usaha dilarang memperdagangkan sediaan farmasi dan pangan yang rusak, cacat atau bekas dan tercemar, dengan atau tanpa memberikan informasi secara lengkap dan benar
(4) Pelaku usaha yang melakukan pelanggaran pada ayat (1) dan ayat (2) dilarang memperdagangkan barang dan/atau jasa tersebut serta wajib menariknya dari peredaran
Pasal 9
(1) Pelaku usaha dilarang menawarkan, mempromosikan, mengiklankan suatu barang dan/atau jasa secara tidak benar, dan atau seolah-olah
a. barang tersebut telah memenuhi dan/atau memiliki potongan harga, harga khusus, standar mutu tertentu, gaya atau mode tertentu, karakteristik tertentu, sejarah atau guna tertentu
b. barang tersebut dalam keadaan baik dan/atau baru
c. barang dan/atau jasa tersebut telah mendapatkan dan/atau memiliki sponsor , persetujuan, perlengkapan tertentu, keuntungan tertentu, ciri-ciri kerja atau aksesori tertentu
d. barang dan/atau jasa tersebut dibuat oleh perusahaan yang mempunyai sponsor, persetujuan atau afiliasi
e. barang dan/atau jasa tersebut tersedia
f. barang tersebut tidak mengandung cacat tersembunyi
g. barang tersebut merupakan kelengkapan dari barang tertentu
h. barang tersebut berasal dari daerah tertentu
i. secara langsung atau tidak langsung merendahkan barang dan/atau jasa lain
j. menggunakan kata-kata yang berlebihan, seperti aman, tidak berbahaya, tidak mengandung resiko atau efek sampingan tanpa keterangan yang lengkap
k. menawarkan sesuatu yang mengandung janji yang belum pasti
(2) Barang dan/atau jasa sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilarang untuk diperdagangkan
(3) Pelaku usaha yang melakukan pelanggaran terhadap ayat (1) dilarang melanjutkan penawaran, promosi, dan pengiklanan barang dan/atau jasa tersebut
Macam penDisplayan
- store sign dan decoration adalah simbul, tanda, poster, lambang, gambar, dan semboyan yang diletakkan diatas meja atau digantung dalam ruangan toko, store sign digunakan untuk memberi arah kepada calon pembeli ke arah barang dagangan dan memberi informasinya mengenai kegunaan barang tersebut, decoration pada umumnya digunakan dalam acara acara khusus ,sepoerti pada hari raya, natal dan menyambut tahun baru.
- exterior display adalah pemajangan barang dagangan di tempat tertentu di luar kegiatan usaha yang biasa digunakan. Pemajangan sistem ini banyak digunakan untuk promosi barang, pengenalan produk baru, penjualan istimewa seperti cuci gudang, discount dan sejenisnya
- dealer display adalah penataan barang dagangan dengan cara whole saler yang terdiri atas simbol, petunjuk-petunjuk mengenai penggunaan barang yang dibuat oleh produsen, simbol-simbol tersebut seakan-akan memberi peringatan kepada pramuniaga agar tidak memberikan informasi yang tidak sesuai atau tidak benar.
window display adalah pemajangan barang dagangan di etalase atau jendela kegiatan usaha atau memajangkan barang-barang, gambar-gambar kartu harga, simbol-simbol, dan sebagainya dibagian depan toko yang disebut etalase.
- interior display adalah pemajangan barang dagangan atau barang-barang, gambar-gambar kartu harga, simbol-simbol, dan sebagainya di dalam toko
- Open Interior Display adalah penataan barang dagangan di dalam kegiatan usaha dimana barang diletakkan secara terbuka sehingga konsumen dapat melihat, dan mengamati tanpa bantuan petugas penjualan (pramuniaga)
- Close Interior Display adalah penataan barang dagangan di dalam kegiatan usaha dimana barang diletakkan dalam tempat tertentu, sehingga konsumen hanya dapat mengamati saja. Bila konsumen ingin mengetahui lebih lanjut, maka ia akan minta tolong pada wiraniaga untuk mengambilkannya.
Tujuan window display adalah untuk menarik minat konsumen sekaligus menjaga keamanan barang dagangan.window display hanya memperlihatkan barang dagangan yang ditawarkan saja, tanpa dapat disentuh oleh konsumen, sehingga pengamanan menjadi lebih mudah. Bila konsumen ingin mengetahui lebih lanjut, maka ia dipersilahkan untuk masuk lebih memperjelas.
Fungsi window display adalah:
• Untuk menarik perhatian orang
• Memancing perhatian terhadap barang barang yang dijual di toko
• Menimbulkan impulse buying ( dorongan seketika)
• Menimbulkan daya tarikterhadap keseluruhan suasana toko
• Menyatakan kualitas barang yang baik dan ciri khas toko tersebut
Fungsi Eksterior display adalah;
• memperkenalkan produk denngan cepat dan ekonomis
• membantu mengkoordinir advertising dan merchandising
• membangun hubungan yang baik dengan masyarakat,seperti pada waktu Hari Raya ,ulang tahun dan sebagainya
• mendistribusikan barang ke konsumen dengan cepat.
Negosiasi
untuk mempermudah pengkajian tema negosiasi maka digunakan rumus 5w+1h contohnya;
a. What (apa)
contoh; apa tujuan negosiasi
b.Who (siapa)
contoh; siapa lawan bicara dari pihak lain
c. Why (mengapa)
contoh; mengapa diadakan negosiasi
d. When( kapan)
contoh; kapan negosiasi ini diadakan
e. Where (dimana)
contoh; dimana sebaiknya negosiasi dilaksanakan.
f. How (bagaimana)
contoh; bagai mana mengatasinya bila terjadi kebuntuan kesepakatan.
Ada 3 (tiga) strategi negosiasi yang dapat dikembangkan yaitu:
a. Win-win strategy (strategi menang-menang)
Yaitu pendekatan bernegosiasi yang ditujukan kepada kemenangan kedua belah pihak, dengan prinsip “meminta tanpa menekan dan memberi tanpa desakan”,cara perundingan ini adalah menyelesaikan masalah yang didasari rasa saling menghormati, menghindari konflik.
b. Win-lose strategy (strategi menang kalah),
yaitu suatu strategi negosiasi untuk memperoleh kemenangan mutlak, strategi ini berdasarkan kepada keinginan untuk mengalahkan dan merugikan orang lain.Strategi ini sering menimbulkan permasalahan. Oleh karena itu setrategi ini dianggap strategi licik.
c. Lose-lose Strategy (Strategi kalah-kalah),
Strategi ini sangat merugikan kedua belah pihak karena masingmasing hanya melampiaskan emosinya yang tidak rasional. Strategi ini tidak akan menyelesaikan masalah tetapi memperpanjang konflik, karena itu strategi ini dianjurkan untuk tidak dipergunakan.
Bahasa nonverbal
Bahasa nonverbal dipakai untuk mengubah pesan verbal melalui enam fungsi yaitu:
1. Pengulangan, Paul Ekman menjelaskan, pesan nonverbal akan mengulang atau meneguhkan pesan verbal. Misal dalam suatu lelang, kita mengacungkan jari untuk menunjukkan jumlah tawaran.
2. Kontradiksi, pesan nonverbal menegaskan pesan verbal spt dalam sarkasme atau sindiran-sindiran tajam.
3. Pengganti, kadang komunikasi nonverbal mengganti pesan verbal. Misal, menang cukup mengacungkan dua jari bentuk “V” untuk victory yang bermakna kemenangan.
4. Pengaturan, berfungsi mengendalikan sebuah interaksi dalam suatu cara yang sesuai dan halus, misal anggukan kepala selama percakapan berlangsung.
5. Penekanan, seperti mengacungkan kepalan tangan.
6. Pelengkap, misal tersenyum untuk menunjukkan rasa bahagia.
HARGA PROMOSIONAL
–     Harga Leader : perusahaan memasang harga yang sangat rendah pada beberapa barang yang mempunyai nilai promosi
–     Harga special Event : Perusahaan memberikan harga khusus untuk jangka waktu tertentu
–     Discount psikologis : Perusahaan mencantumkan harga tinggi tiruan pada suatu harga pokok dan menawarkannya dengan penghematan yang besar misalnya dulu Rp. 34.900,00 kini menjadi Rp. 19.900,00
–           Harga multiple unit : perusahaan menawarkan discount pada konsumen yang membeli sejumlah barang

Komentar

Postingan Populer